Home
Company
Product
News
Contact
X
  MENU
MENU  
X
Home
Company
Product
News
Contact
28 July 2025
Slow Juicer VS Blender: Mana yang Lebih Baik untuk Gaya Hidup Sehat?

"Slow juicer vs blender bisa dibilang keduanya memiliki fungsi yang sama, namun memiliki kualitas hasil yang berbeda. Slow juicer vs blender menjadi pilihan yang tepat sesuai kebutuhan kamu dalam menghasilkan jus buah dan sayur."

Kesadaran akan hidup sehat sangatlah penting, tak heran jika banyak orang mulai rutin mengonsumsi jus atau smoothie dari buah dan sayuran segar sebagai pendukung kesehatan harian. Namun, untuk membuat minuman sehat tersebut apakah lebih baik menggunakan slow juicer atau blender? Meski terlihat serupa menghasilkan minuman sehat, namun keduanya ternyata memiliki perbedaan besar, lho. Baik dari hasil, nutrisi, hingga fungsi. 

Nah, di artikel ini Ravelle akan membantu kamu memahami mana yang paling cocok untuk menunjang gaya hidup sehat dari kedua alat dapur tersebut. Terutama untuk kamu yang gemar mengonsumsi minuman sehat dari sayur dan buah

 

Apa Itu Slow Juicer?


Slow juicer, atau dikenal juga sebagai cold press juicer, merupakan alat pembuat jus yang bekerja secara perlahan tanpa menghasilkan panas. Alat dapur ini menghancurkan buah dan sayur dengan tekanan lambat, kemudian memisahkan cairan dari ampasnya. Hasilnya adalah jus yang lebih bening, sedikit berbusa, dan kandungan nutrisinya tetap terjaga. Jus dari slow juicer cocok untuk kamu yang ingin menjalani detoks, memperkuat imun, atau menjaga keseimbangan enzim tubuh. Kekurangannya dari perlengkapan dapur ini cenderung lambat dalam prosesnya.

 

Apa Itu Blender?


Blender adalah alat dapur yang bekerja untuk menghancurkan seluruh bahan, termasuk serat dan kulit buah atau sayur, menjadi minuman kental yang disebut smoothie. Karena tidak memisahkan ampas, hasil dari blender mengandung serat utuh yang baik untuk pencernaan. 

Blender bekerja dengan kecepatan tinggi, membuat prosesnya lebih cepat. Cocok digunakan untuk sarapan sehat, camilan diet, atau sebagai menu praktis harian. Namun, motor blender yang cepat dapat menghasilkan panas dan sedikit mengurangi kandungan enzim sensitif.

Perbandingan Nutrisi: Slow Juicer vs Blender

Secara nutrisi, slow juicer dan blender memiliki keunggulan masing-masing. Slow juicer mempertahankan lebih banyak enzim, vitamin C, dan antioksidan karena prosesnya tidak memanaskan bahan. Namun, sebagian besar serat akan dibuang bersama ampas. 


Sebaliknya, blender memberikan semua serat dari buah dan sayuran, sehingga bagus untuk diet tinggi serat dan bisa membantu kenyang lebih lama. Oksidasi lebih rendah pada slow juicer, sedangkan blender bisa menghasilkan sedikit busa karena udara masuk saat memutar.

 

Mana yang Lebih Sehat Slow Juicer VS Blender?

Jika kamu mencari minuman ringan yang cepat diserap tubuh dan tinggi nutrisi mikro, slow juicer lebih cocok. Jus yang dihasilkan sangat baik untuk detoks dan menjaga sistem imun. Namun, jika kamu butuh asupan yang mengenyangkan dan ingin menjaga kesehatan pencernaan, blender adalah pilihan yang lebih baik. Smoothie hasil blender ideal sebagai sarapan, camilan sore, atau minuman terutama pasca-olahraga.



Tentunya pilihan terbaik selalu bergantung pada tujuan dan rutinitas. Jika kamu suka jus sayuran segar setiap pagi untuk meningkatkan energi dan fokus, slow juicer bisa menjadi investasi jangka panjang. Tapi kalau kamu lebih sering membutuhkan minuman cepat saji yang dapat dibawa ke kantor atau sekolah, blender lebih praktis dan fleksibel. Bahkan, memiliki keduanya di rumah bisa jadi pilihan ideal untuk menyesuaikan menu sehat setiap hari.

Agar hasil minuman tetap bernutrisi, pastikan untuk menggunakan bahan segar dan hindari gula tambahan. Slow juicer cocok untuk bahan seperti wortel, apel, seledri, atau bayam. Sementara blender lebih fleksibel untuk buah beku, susu nabati, oats, atau yogurt. Konsumsi jus atau smoothie segera setelah dibuat agar vitamin dan enzim tidak teroksidasi terlalu lama.

Baca Lainnya: Slow Juicer Terbaik: Apa Saja Keunggulannya, Benarkah Cocok untuk Pejuang Diet?

Slow juicer dan blender sama-sama bermanfaat dalam mendukung gaya hidup sehat, tapi dengan keunggulan yang berbeda. Slow juicer unggul dalam menjaga kandungan enzim dan menghasilkan jus yang lebih segar, sedangkan blender mempertahankan serat yang baik untuk pencernaan dan rasa kenyang lebih lama. Jadi pilih alat dapur yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaanmu, atau kombinasikan keduanya untuk mendapatkan manfaat yang maksimal setiap hari. Selamat mencoba!

BACK
© Copyright 2026 - RAVELLE - Premium Kitchen Appliances & Cookwares | Website By Kibo Creative